DARMI...
Cukup old-fashion memang terdengarnya. Dan mungkin sebagian orang akan berpikir, bahwa ini adalah nama seorang Ibu atau sejenisnya.
Nama DARMI sendiri tercetus di malam hari, ketika 3 mahluk manis sedang meghilangkan lapar di pojokkan Burger King PIM. Ada si Ajeng, si Maya dan tentunya si Ria :)
Kami ber3 memang tanpa sengaja menemukan nama tersebut.
Yang pasti nama itu adalah gabungan inisial nama dari 5 mahluk yg ternyata saling membutuhkan :)
Kalo kata pepatah "dari mata turun ke hati", dari membaca diary online masing2, akhirnya kami saling jatuh hati :) hahaha...
Ada 'D' untuk 'Daniel', 'A' untuk 'Ajeng', 'R' untuk 'Ria', 'M' untuk 'Maya' dan 'I' untuk 'Iko'.
Kami berawal dari blogger biasa yg bukan profesional. Kami menulis bukan untuk dinilai tapi untuk sekedar berbagi ke sesama sahabat. Lewat tulisan kami berkenalan, lalu bertemu, jalan, makan sampai nonton bareng. Ternyata kami cocok!
Kami hampir tidak lagi punya waktu untuk menulis diary kami masing2. Karena kesibukan, kami jadi blogger pasif. Dan karena itulah kami ber-ide untuk memiliki diary bersama. Tidak ada aturan khusus, semua terserah kami.
Blog ini kami buat masih dengan tujuan yang sama. Untuk berbagi..
Semoga dengan ini, kami akan semakin erat, bersahabat, berbagi, bercerita, berkeluh kesah.
Last but not least..
Selamat datang di Blog DARMI!
Luv ~Ria Patria~
Tuesday, February 23, 2010
Monday, February 22, 2010
Persahabatan di RumahDARMI
Persahabatan. Demikian blog RumahDARMI ini terutama akan berkisah. Persahabatan yang menemukan jalannya sendiri di setiap era.
Perkenalan penghuni RumahDARMI diawali dari dunia maya. Dunia baru era ini yang melahirkan budaya dan pola interaksi baru pula. Dan, sebagaimana bentuk perjumpaan yang berbeda-beda dalam setiap jaman, ia mampu membangkitkan reaksi kimia pada masing-masing anggotanya yang mendorong rasa untuk berketetapan menjadikannya persahabatan nyata. Sebuah reaksi niscaya bagi umat manusia yang digariskan untuk saling mengenal antara pribadi dan budaya yang berbeda.
Meski demikian, persahabatan sejati—sebagaimana perkawinan—tidaklah kokoh jika dipertahankan hanya dengan mengandalkan rasa. Diperlukan rasio, kesanggupan memahami, dan komitmen kuat untuk saling menjaga. Dalam keterbatasan intensitas pertemuan fisik, kami menyadari sungguh hal ini. Maka RumahDARMI merupakan salah satu wujud komitmen kami.
Di sini, kami akan belajar lebih mengenal lagi antarpenghuni. Dengan saling bertukar pengalaman, bertukar pendapat, dan bertukar nasehat, kami akan mencoba menyelami setiap karakter dan pribadi. Saling memberikan rasa nyaman dan memahami. Kelebihan dan kekurangan adalah untuk saling melengkapi, sehingga komitmen tak terasa menjadi beban melainkan justru semakin mendewasakan diri. Yah, meskipun terdengar hiperbolis, namun sangat layak untuk dicoba.
Sebagaimana orang bijak berujar: dalam diri sesama, di sanalah kita akan menemukan kesejatian diri dan Tuhan. Demikian tulisan pembukaan singkat ini akan ditutup dengan doa yang terinspirasi dari salah seorang penghuninya.
“Ya Tuhan, jika kami memang berjodoh untuk bersahabat, mudahkanlah. Namun jika belum berjodoh, maka kami mohon jodohkanlah. Terima kasih, Tuhan. Amin.”
Selamat datang di RumahDARMI. Semoga bermakna bagi penghuni dan pengunjungnya. (Daniel)
Perkenalan penghuni RumahDARMI diawali dari dunia maya. Dunia baru era ini yang melahirkan budaya dan pola interaksi baru pula. Dan, sebagaimana bentuk perjumpaan yang berbeda-beda dalam setiap jaman, ia mampu membangkitkan reaksi kimia pada masing-masing anggotanya yang mendorong rasa untuk berketetapan menjadikannya persahabatan nyata. Sebuah reaksi niscaya bagi umat manusia yang digariskan untuk saling mengenal antara pribadi dan budaya yang berbeda.
Meski demikian, persahabatan sejati—sebagaimana perkawinan—tidaklah kokoh jika dipertahankan hanya dengan mengandalkan rasa. Diperlukan rasio, kesanggupan memahami, dan komitmen kuat untuk saling menjaga. Dalam keterbatasan intensitas pertemuan fisik, kami menyadari sungguh hal ini. Maka RumahDARMI merupakan salah satu wujud komitmen kami.
Di sini, kami akan belajar lebih mengenal lagi antarpenghuni. Dengan saling bertukar pengalaman, bertukar pendapat, dan bertukar nasehat, kami akan mencoba menyelami setiap karakter dan pribadi. Saling memberikan rasa nyaman dan memahami. Kelebihan dan kekurangan adalah untuk saling melengkapi, sehingga komitmen tak terasa menjadi beban melainkan justru semakin mendewasakan diri. Yah, meskipun terdengar hiperbolis, namun sangat layak untuk dicoba.
Sebagaimana orang bijak berujar: dalam diri sesama, di sanalah kita akan menemukan kesejatian diri dan Tuhan. Demikian tulisan pembukaan singkat ini akan ditutup dengan doa yang terinspirasi dari salah seorang penghuninya.
“Ya Tuhan, jika kami memang berjodoh untuk bersahabat, mudahkanlah. Namun jika belum berjodoh, maka kami mohon jodohkanlah. Terima kasih, Tuhan. Amin.”
Selamat datang di RumahDARMI. Semoga bermakna bagi penghuni dan pengunjungnya. (Daniel)
Subscribe to:
Comments (Atom)